Tingkah Laku Makan Rayap Memakan Meja Kayu di Tempat Usaha Anda

0
111

Tingkah Laku Makan Rayap Memakan Meja Kayu di Tempat Usaha Anda

Rayap pada dasarnya adalah serangga daerah tropika dan subtropika. namun sebarannya kini mengarah meluas ke daerah sedang (temperate) sama batas-batas 50o lu dan ls. di daerah tropika rayap ditemukan mulai dari pantai sampai ketinggian 3000 m di atas dataran laut. makanan utamanya adalah kayu atau bahan yang terutama terdiri atas selulosa. dari perilaku makan yang demikian kita menarik kesimpulan jika rayap termasuk keluarga makhluk hidup perombak bahan mati yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan dalam ekosistem kita. mereka merupakan konsumen primer dalam rantai makanan yang berfungsi dalam kelangsungan siklus beberapa unsur utama seperti karbon dan nitrogen. namun persoalannya adalah insan pun merupakan konsumen primer yang memerlukan hasil-hasil tanaman bukan saja untuk makanannya tetapi pula untuk membuat rumah dan bangunan-bangunan lain yang diperlukannya. di sinilah letak permasalahannya, sehingga khalayak bersaing dengan rayap. mulanya agak mengherankan para spesialis jika rayap mampu makan (menyerap) selulosa karena individu seorang diri tidak mampu mencernakan selulosa (bagian berkayu dari sayuran yang kita makan, akan dikeluarkan lagi!), sedangkan rayap mampu melumatkan dan menyerapnya sehingga setengah besar ekskremen cukup tinggal lignin saja. situasi selaku nyata sesudah ditemukan beragam protozoa flagellata dalam usus bagian belakang dari beraneka jenis rayap (terutama rayap tingkat rendah: mastotermitidae, kalotermitidae dan rhinotermitidae), yang ternyata berfungsi sebagi simbion untuk melumatkan selulosa sehingga rayap mampu mencernakan dan menyerap selulosa. bagi yang tiada memiliki protozoa seperti leluhur termitidae, bukan protozoa yang berperan tetapi bakteria — dan malahan pada beberapa jenis rayap seperti macrotermes, odontotermes dan microtermes memerlukan bantuan jamur perombak kayu yang dipelihara di tegal jamur dalam sarangnya.

perilaku makan

segala rayap makan kayu dan bahan berselulosa, tetapi perilaku makan (feeding behavior) jenis-jenis rayap bermacam-macam. nyaris segenap jenis kayu terpendam untuk dimakan rayap. sebenarnya ada yang relatif awet seperti bagian teras dari kayu jati tetapi kayu jati kini semakin ganjil. untuk mencapai kayu materi bangunan yang terpasang rayap dapat pergi dari sarangnya via terowongan-terowongan atau liang-liang kembara yang dibuatnya. bagi rayap subteran (bersarang dalam tanah tetapi dapat mencari makan sampai jauh di atas tanah), situasi lembab bulat-bulat diperlukan. hal ini membuktikan kenapa kadang-kadang dalam satu malam saja rayap macrotermes dan odontoterme s telah mampu menyerang lemari buku di rumah atau di kantor bila fondasi gedung tidak dilindungi. walaupun, rayap kayu kering (cryptotermes) tidak menggunakan air (lembab) dan tidak bersambungan atas tanah. pula tidak menjadikan terowongan-terowongan panjang untuk menyerang obyeknya. mereka bersarang dalam kayu, makan kayu dan jikalau perlu menghabiskannya sehingga cukup lapisan luar kayu yang tersisa, dan apabila di tekan sama jari seiras menekan petak kertas saja. ada juga rayap yang makan kayu yang masih hidup dan bersarang di dahan atau batang pohon, seperti neotermes tectonae yang memicu kehancuran (pembengkakan atau membawa) yang dapat menimbulkan ketewasan pokok jati. pengelompokan berdasarkan habitat atau perilaku bersarang. Hal ini perlu dibantu oleh tenaga jasa anti rayap

menurut lokasi persembunyian utama atau tempat tinggalnya, rayap penghancur kayu dapat digolongkan dalam tipe-tipe berikut:

1. rayap sebab, yaitu jenis-jenis rayap yang menyerang pokok yang masih hidup, bersarang dalam sebab dan tiada berkorelasi bersama tanah. ilustrasi yang spesial dari rayap ini adalah neotermes tectonae (saudara kalotermitidae), hama asal mula jati.

2. rayap kayu lembab, menyerang kayu mati dan lembab, bersarang dalam kayu, tidak berpautan dengan tanah. sampel: jenis-jenis rayap dari kelompok glyptotermes (glyptotermes spp., saudara kalotermitidae).

3. rayap kayu kering, seperti cryptotermes spp. (sanak saudara kalo­termitidae), hidup dalam kayu mati yang telah kering. hama ini umum terdapat di rumah-rumah dan perabot-perabot seperti meja, kursi dsb. tanda serangannya adalah terdapatnya butir-butir ekskremen kecil bercorak kecoklatan yang acap kali bertetesan di lantai atau di sekeliling kayu yang diserang. rayap ini pun tidak berpautan oleh tanah, karena habitatnya kering.

4. rayap subteran, yang umumnya hidup di dalam tanah yang tercantum banyak bahan kayu yang telah mati atau membusuk, tunggak pohon baik yang telah mati maupun masih hidup. di indonesia rayap subteran yang paling banyak merusak adalah jenis-jenis dari saudara rhinotermitidae. terutama dari suku coptoterme s (coptotermes spp.) dan schedorhinotermes. perilaku rayap ini serupa rayap tanah seperti macr­otermes tapi perbedaan utama adalah kapasitas coptotermes untuk bersarang di dalam kayu yang diserangnya, walaupun tidak ada hubungan oleh tanah, asal saja sangkak tersebut sekali-sekali memperoleh lembab, semisal tetesan air hujan dari atap konstruksi yang terungkap. coptotermes pernah diamati menyerang bagian-bagian kayu dari kapal minyak yang menyajikan pelayaran palembang-jakarta. coptotermes curvignathus holmgren acap kali kali diamati menyerang tanaman pinus merkusii dan banyak meyebabkan kerugian pada gedung.

5. rayap tanah. jenis-jenis rayap tanah di indonesia adalah dari ahli termitidae. mereka bersarang dalam tanah terutama dekat pada materi organik yang menyimpan selulosa seperti kayu, serasah dan humus. contoh-contoh termitidae yang paling umum menyerang konstruksi adalah macrotermes spp. (terutama m. gilvus) odontotermes spp. dan microtermes spp. jenis-jenis rayap ini sangat buas, dapat menyerang obyek-obyek berjarak sampai 200 meter dari sarangnya. untuk mencapai kayu sasarannya mereka terlebih dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa cm, oleh bantuan enzim yang dikeluarkan dari mulutnya. macrotermes dan odontotermes merupakan rayap subteran yang sangat umum menyerang gedung di jakarta dan sekitarnya.