Tips Untuk Memilih Tas Backpack Sesuai Kebutuhan Anda

0
87

Ini adalah narasi tentang kami pilih backpack sebagai rekan hidup kami sepanjang nyaris 3 tahun ini. Sebagai sepasang pengembara yang hampir tidak sempat pulang tempat tinggal (bahkan juga tempat tinggal itu tak ada sekali lagi), backpack ini bermanfaat menjadi almari baju, meja catat kantor, almari obat, gudang penyimpan alat selam serta tripod, gayung alat mandi, serta rack pajangan boneka (loh?)

Sebagai tuna wisma, kadang kadang kami “pulang” ke tempat tinggal orangtua. Dalam kurun nyaris 3 tahun ini (mulai sejak April 2009), 2 kali ke tempat tinggal orangtua aku, serta 2 kali ke tempat tinggal orangtua Ryanyang terpanjang adalah 3 bln. (disambi traveling juga). Biasanya dirumah ortu, kami dipinjami almari baju. Tetapi khususnya dari “liburan dirumah ortu” itu, kami hidup dari backpack kami.

IndoRanselers 00 DuaRansel
Keluyuran di Macau (2011) – Dengan semua barang bawaan kami didalam Dua Ransel.
Persiapan – membaca pengalaman orang yang lain pilih backpack

Setengah tahun sebelumnya kami pergi traveling around the world (RTW), kami mulai membaca arahan langkah pilih ransel. Aku membaca banyak review di komunitas backpacker seperti BootsnAll serta beragam artikel online.

Pilih tas yang pas itu tidak merujuk pada 1 tipe backpack baik, tetapi bergantung pada tipe serta selera traveling kita. Terkadang backpack lebih versatil, tapi koper dapat semakin nyaman. Terkadang top load backpack better, yang beda milih front load. Ukuran besar terkadang memanglah butuh, tetapi jadi lebih kecil jadi lebih gampang memanuver medan. Aku bertanya ke diri aku sendiri. Traveling aku kelak itu bakal jadi apa? Ransel apa yang sesuai untuk kami?

Tipe traveling kami adalah keliling dunia periode panjang. Periode panjang ini bukan hanya 2 minggu maksud aku, tapi tahunan. Agar lebih praktis serta gampang memanuver, kami pilih backpack. Karena tidak sering pulang kampung, backpack mesti dengan rata-rata sesuai di semua medan. Winter atau summer, rimba atau kota, tak ada peluang balik kucing ke tempat tinggal ortu untuk “ambil backpack satunya”.

Anjuran serta referensi dari beberapa RTW travelers lah yang paling aku cermati, bukan hanya hikers yang fokus pada rambah alam serta tenda, atau pengikut setia tour yang jarang-jarang butuh mengangkut tas mereka. Di pada RTW juga banyak aliran yang tidak sama. Ada yang bawaannya banyak, ada yang membawa barang minimal (light travelers). Traveling light-lah yang kami sukai. Minimalist.

Amsterdam 2009
Pembelian – Pilih serta Beli backpack

Beberapa bln. sebelumnya kami pergi, kami berkunjung ke lebih dari satu toko traveling di Amerika Utara, seperti REI. REI ini serupa department store skalanya, tapi beberapa barang travel semuanya. Dari lihat sepintas mengenai travel stores di lebih dari 40 negara yang aku kunjungi di 5 benua, cuma Paris (himpunan toko toko Au Vieux Camper yang menyebar di lokasi lebih dari satu blok) yang dapat menandingi taraf REI ini. Jadi afdol banget lah, REI ini. Hati-hati kalap bila kesana!

Kriteria aku pilih backpack :

Bahan serta jahitan berkwalitas tinggi. Mesti tahan beban berat serta tahan banting.
Ada frame (internal) yang menolong distribusi berat dari bahu serta punggung ke pinggul.
Strap/sabuk pinggang serta strap dada ada. Strap ini serta strap2 yang lain adjustable
Meskipun bila diangkat dengan tangan berat (pada saat penuh barang), mesti merasa enteng di pundak.
Front load/bukaan depan (seperti kopor), agar akses ke isi ransel gampang.
Ukuran – Sekecil barangkali yang masih tetap cukup untuk beberapa barang aku. (40 sampai 50 L, ancer-ancer aku)
Aku mencatat banyak referensi merk serta tipe ransel dari RTW backpackers, tetapi semuanya cuma punya sifat rujukan saja, buntutnya aku pilih yang paling sreg buat aku.

Mengenai top load vs. front load :

Top load : Kata orang yang menyukai hiking di alam, mereka seringkali letakkan beberapa barang dari atas lebih praktis dari pada mesti menidurkannya di tanah serta buka semua bagian lebarnya.
Bila untuk pemanfaatan dalam kota, front load (seperti koper) miliki keunggulan : permukaan membukanya lebar sekali, hingga dapat senang mengublek-ublek barang. Semuanya kelihatan serta mengaturnya mudah seperti koper.
Miliki aku serta Ryan? Front load.

Isi tas ransel aku. Semuanya dimasukin ke tas-tas kecil sekali lagi (tapi bila sekali lagi malas, ya semprotat sich)
Intip isi ransel

Intip langkah ngepak baju ala gulung
Sesudah pilih dari demikian banyak backpack di banyak toko, pada akhirnya kami mengambil keputusan untuk beli kombo backpack serta daypack. Daypack ini dapat dipasang dibagian luar backpack paling utama untuk ruangan penambahan, atau digunakan di muka agar jalan lebih seimbang, atau bila tidaklah terlalu penuh, dapat dimasukkan dalam backpack intinya. Kegunaan intinya adalah seperti tas selempang, cuma saja ini berbentuk ransel mini serta dapat dipasang di ransel paling utama. Volume? Backpack intinya kira-kira 40-45 L, sedang daypacknya kira-kira 10-20 L.

Backpack Dina

Eagle Creek Explorer Women’s Fit LT.
Kenyamanannya sesuai dengan bentuk badan wanita. Internal frame dengan adjustable torso length sistem, jadi dapat sesuai dengan tinggi torso/tubuh penggunanya.
Strap pinggul serta strap dada : checked! Adjustable juga. Strap pinggulnya empuk.
Banyak strap-strap yang lain, adjustable.
Backpack 43 L and daypack 20 L combo
No-matter-what-policy : If your luggage is ever damaged E. C. will repair or replace it free of charge (Belum juga sempat digunakan karena masih tetap oke)
Travel shell : duffel bag longgar membuat perlindungan backpack, contoh bila pingin dimasukkan ke bagasi pesawat terbang. Dapat dipakai menjadi rain cover juga.
Foam punggung nyaman : empuk serta gak buat keringetan.
Tertarik? Mungkin sulit carinya karena udah digantikan oleh jenis yang lebih baru (discontinued).

Eagle Creek Explorer Womens Fit LT – Backpack Ransel Dina
Backpack Dina : Eagle Creek Explorer Women’s Fit LT (Click untuk tambah besar gambar)
Waktu beli, angan-angannya membawa-bawa daypack dalam kondisi kosong, selempitkan didalam main backpack. Sebenarnya, backpack-daypack selamanya penuh, daypack dapat dicantolkan di backpack paling utama (belakang) atau digunakan di muka (rada lucu).

Travel shell (duffel bag) ini terkadang bermanfaat menjadi tas eiger wanita terbaru cadangan. Umpamanya kala aku ada di New Zealand di muka winter, kami sangat terpaksa beli jaket serta baju hangat penambahan. Kontan isi backpack mengembang. Jadilah duffel bag ini dipakai. Juga pada saat kami pulang kampung ke tempat tinggal orangtua serta akan membawa oleh-oleh untuk mereka, duffel bag ini kembali bertindak.

I love my backpack, sesuai banget buat aku. Apa akan sesuai buat kamu juga? Mungkin sich, terlebih bila wanita juga yang berupa tubuh serupa. Tapi tidak dapat jamin, karena kenyamanan backpack itu benar-benar bergantung pada bentuk badan penggunanya. Jadi mesti dicoba sendiri baru putuskan, janganlah terjebak merk/jenis populer, atau omongan rekan.

Bagaimana caranya mengerti backpack itu sesuai buat kamu atau tidak? Awal, bertanya sendiri serta baca-baca referensi, ukuran mana yang cocok untukmu.

Backpacking di Yunani, menyeberangi Laut Mediterania dengan kapal
Pulau Kreta 2009
Langkah coba backpack di toko :

Tambahkan beban beberapa puluh kilo
Pasang ransel dengan lengkap serta semestinya
Adjust semuanya strap
Sabuk pinggul serta sabuk dada itu mutlak sekali, pakai dengan benar (aku tidak sukai ngeliat orang yang tidak gunakannya karena takut “kurang keren”, meski sebenarnya ranselnya berat)
Jalan-jalanlah di toko agak lama sedikit.
Beban hendaknya menyebar di sekitar pinggul yang kuat, hingga merasa relatif enteng. Bahu tidak hendaknya rasakan beban. Cepat gapai bila melibatkan bahu.
Perhatikan kwalitas barang. Ingat ransel mesti tahan banting. Di sini referensi expert bertindak, mereka ketahui warning-waningnya.
Apa pun yang merasa tidak sreg, bakal berkali lipat pada saat kamu betul-betul jalan kelak.
Jangan malu-malu untuk coba semuanya backpack di toko.
Serta bila tiada yang sesuai, pindahlah ke toko beda. Ini bukan hanya barang murah, sayang bila tidak cocok.
Macau 2011 – Ryan in the crowd with backpack
Macau 2011 – Jalan ditengah kerumunan manusia dengan backpack
Toko ransel serta pilihan ransel di Indonesia
Traveling light – volume serta berat seminimum mungkin

Dengan backpack serta daypack kombo 60L, berat backpack aku meraih 15 kg lebih. Ini keseluruhan, tiada tas lain-lain sekali lagi. Banyak atau sedikit menurut kamu? Ada yang katakan sangat berat, tapi biasanya yang berkata begini adalah traveler yang perginya singkat-singkat saja, 2-4 minggu top.

Copan Honduras 2011
Aku bukan hanya wanita perkasa. Jujur saja bila ini koper dengan berat yang sama, aku tak kan kuat membawanya naik turun tangga ke lantai 4. Untuk saja ini backpack, yang demikian parkir di bahu, serta strap-strapnya dipasang dengan baik, jadi merasa enteng untuk aku.

Untuk traveling periode panjang serta digital nomad seperti kami, yang travelingnya tahunan, bawaan segini di anggap sedikit. Istilahnya adalah “Traveling Light”. Sedikit ini mengingat kalau kami mesti membawa baju serta sepatu untuk semua medan yang kami dambakan, apakah itu winter atau summer. Resmi atau enjoy. Diving goggles, laptop buat kerja, obat-obatan, dsb. Pikirkan bila kamu mesti membawa keperluan kalian untuk satu tahun didalam backpack lah.

Sempat lihat backpacker barat yang membawa 2 ransel memiliki ukuran besar, di muka serta di belakang, plus 1 daypack (ransel kecil)? Itu 100 liter lebih, aku tidak bisa memikirkan membawa barang sejumlah itu. Tempo hari saja pada saat aku mesti membawakan ransel Ryan plus ransel aku sendiri, serta tas kresek makanan, aku sempoyongan hingga pernah ditawari pertolongan oleh orang Italia lewat. Serta pernah diketawakan oleh Ryan.

Traveling even lighter

Oke, lanjut!

Sesudah 2 tahun traveling, idealisme kami beralih. Kami pingin membawa barang lebih enteng sekali lagi! Aku cuma berhasil mengorbankan daypack 20 L aku. Bawaan aku saat ini hanya 1 backpack 43 L, semua suatu hal yang lain muat di situ. Aku bawa 2 tipe kecil : tas selempang serta tas ransel (corak batik) berbahan kain yang dapat dilipat tidak tebal serta disumpalkan dalam ransel. Semuanya barang aku dapat muat di ransel paling utama, rapi!

Legazpi Filipina 2012 – Dengan 38 L REI (bukan hanya Indonesia’s Rei)
Program diet Ryan lebih berhasil sekali lagi. Ransel paling utama lamanya yang 45-50 L dipensiunkan, serta dia pakai ransel yang lebih kecil sekali lagi : 38 L. Daypack bawaan ransel lama tetaplah dibawa, tersisip rapi didalam ransel yang baru. Ransel 38 L ini dibeli dari REI store di US, merknya merk toko REI itu juga. Bercakap sama mas @efenerr tempo hari, nyatanya Indonesia juga miliki merk Rei. Tapi Rei Indo serta REI Amerika tak ada hubungan (cmiiw).

Total bawaan aku tidak lebih dari 43 L, Ryan tidak lebih dari 38 L. Beratnya? Aku 13 kg, Ryan 8 kg. Aku iri dengan bawaan Ryan yang 5 kilo lebih enteng, tapi salah aku sendiri kok pingin membawa ini itu! Kami tidak sama-sama membawa-bawakan barang supaya menyemangati sendiri untuk jadikan bawaan jadi lebih enteng. Tujuannya, bila hingga membawa sangat banyak, salah sendiri bila berat!

REI Vagabond Tur 40 Travel Pack – Backpack Ransel Ryan
Backpack Ryan : Â REI Vagabond Tur 40 Travel Pack (Click untuk tambah besar gambar)
Karena tas aku lebih berat meski sebenarnya Ryan lebih kuat, aku jadi cepat lebih gapai dari pada dia. Jadi misi aku sekarang ini adalah kurangi beban backpack aku. Bila dapat jadi 10 kg, alangkah sukanya! Tapi belum juga bersedia mengorbankan barang apapun dari dalam ransel. Lihat kelak!

Traveling itu bergantung selera, tidak terbatas definisi

Satu bulan tempo hari, ada yang mengetawakan pilihan backpack Ryan (38 L) untuk keliling dunia tahunan. “Untuk lelaki, 60 L dong minimum! ”

Sesudah aku check, nyatanya orang belum juga sempat ngelakuin tipe traveling kami. Lha kok gunakan ngetawain Ryan? (Tapi buntutnya, aku berprasangka buruk dia hanya pingin ngejual ransel ke kami).